Merayakan Ultah si Ratu Kumpeni
30 April 2010 at 09:36 | In Narsis, curhat |Tags: Add new tag, Amsterdam, Belanda, Den Haag, Holland, koningen dag, Netherland, Orange, Oranye, Queen's Day, Rotterdam
Ternyata sudah sebulan lebih saya tidak update di blog ini. Daripada saya mencari alasan-alasan pembenar yang terkesan dicari-cari, lebih baik saya terus terang saja, saya memang sedang jenuh dengan blog. Rasa jenuh ini kemudian menyumpat ide-ide dan inspirasi yang sebenarnya banyak berkeliaran dan berputaran di kepala saya.
Kalaupun saya update kali ini, tak lain karena dipicu oleh status teman saya semalam di Tweeter. Teman saya, seorang Turki yang sudah lama tinggal di Den Haag, menyebut-nyebut “Orange All Day” dalam status tweeternya. Kalimat “Orange All Day” tiba-tiba saja membuat memori saya meloncat mundur ke tahun-tahun yang lampau. Dan membangkitkan rasa rindu saya pada negeri Belanda. Halaah..
Apa sih yang dimaksud “Orange All Day” disini??Oke saya ceritakan latar belakangnya yah.
Menjelang dan pada tiap tanggal 30 April, daratan Belanda, khususnya di kota-kota besar menjadi lautan oranye. Orang-orang turun ke jalan dengan memakai baju atau pernak-pernik berwarna oranye, warna khas Belanda.
Ada apa sih di tanggal 30? Tanggal 30 April sendiri adalah hari kelahiran Ratu Juliana, ibunda Ratu Beatrix, ratu yang sedang berkuasa di Belanda saat ini. Ulang tahun Ratu Belanda mulai dirayakan secara nasional sejak jaman Ratu Wihelmina, hanya saja pada masa itu dirayakan sesuai tanggal ulang tahun Ratu Wihelmina, yakni tanggal 31 Agustus 1885.
Ketika Ratu Juliana berkuasa, pada tahun 1949, maka perayaan ulang tahun ratu dilakukan tiap tanggal 30 April, sesuai tanggal kelahiran Ratu Juliana. Anehnya, ketika putri Ratu Juliana, yakni Ratu Beatrix naik tahta pada tahun 1980, tradisi ulang tahun ratu tetap berlangsung tiap tanggal 30 April, padahal Ratu Beatrix sendiri lahir pada tanggal 31 Januari. Konon, ini karena Ratu Beatrix amat mencintai dan menghormati sang ibu, Ratu Juliana.
Semeriah apa sih perayaan ultah ratu di Belanda, yang dikenal juga sebagai Queen’s Day atau “KoninginneDag” itu? Meriah sekali, setara meriahnya malam Takbiran atau Tahun Baru di Indonesia…hehehe.
Kemeriahan mulai terasa pada malam tanggal 29 April. Di kota-kota besar, seperti Amsterdam, Den Haag atau Rotterdam mulai diramaikan dengan acara-acara panggung musik dan pesta muda-mudi. Para “Party Goers” berpesta dengan meminum-minuman beralkohol hingga pagi harinya, tanggal 30 April.
Pesta yang sudah dimulai sejak malam tanggal 29 April itu, makin meriah terlihat di pagi hingga siang harinya. Pagi hari di Kota Den Haag, Ratu Belanda dan anggota keluarga kerajaan lainnya keluar dari Istana untuk menyapa warga kota Den Haag, yang kemudian dilanjutkan dengan melakukan tour singkat ke kota-kota lainnya di penjuru Belanda.
Perayaan Queen’s day mencapai puncaknya di kota Amsterdam. Orang-orang dari berbagai pelosok Belanda berduyun-duyun pergi ke Amsterdam dengan Kereta Api. Pada hari itu hanya kereta api yang beroperasi, trem dan kendaraan umum lainnya libur operasi.
Keistimewaan lain pada hari ini adalah setiap orang diperbolehkan berjualan barang-barang bekas di setiap trotoar jalan tanpa khawatir diusir oleh “Satpol PP”nya belanda, makanya Queen’s Day dikenal juga sebagai Vrij Markt atau Free Market.
Saya sendiri sempat ikutan merayakan Queens Day di Amsterdam. Menyenangkan rasanya melihat kanal-kanal penuh dengan orang-orang berperahu dengan menggunakan segala aksesoris berwarna oranye. Panggung-panggung musik di gelar dimana-mana menampilkan penyanyi-penyanyi terkenal (yang kenal cuma penduduk asli Belandanya sih…hehehe).
8 Comments
»
RSS feed for comments on this post. TrackBack URI
Leave a comment
Powered by WordPress with Pool theme design by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.
Valid XHTML and CSS. ^Top^
aihhhh si tante narsisssssssssss
hahahaha
btw kok elo doang yang ga ikutan pake asesoris2 aneh itu?
Narsis is my middle name Depz…hehehe, btw, dibalik jaket kulit itu, gue pake kaos orange sebenarnya…hahahaha…
pha kabar mba mou?
seru banget y mba pake onye-onye gitu.. pasti pengalaman tak terlupakan..
Mba Dina, Alhamdulilah aku baik, mba Pakabar??duhh smp pengurus Dblogger bubar kita kok gak ksampean utk ketemuan yah…hihihi…iya masa-masa di Belanda adalah unforgettable moments…hehehe
Mba Mou kok gak pake topi atau apa gitu he…he….kan seru tuh kl ikutan pake orange2
Oh ya, walau pengurus dblogger bubar kita masih tetap kopdaran kok, don’t worry he..he….
Siipp Teh, kita tunggu undangan kopdar berikutnya yah…hehehe
Julian(a) memang hebat ya,sampe ada pesta orange…he…he…he….
Bener Bro….Julian(a) emang hebaat…hehehe
ck ck ck… narsisnya…. tp fotonya emang bagus2 kok … apalagi yang ga ada gambar molin wah lebih bagus lagi kekekekkk
Iyahh….org asia emang terkenal narsis kalo diluar negeri, setiap foto hrs ada gambar dirinya ….hehehehe
Mou…ternyata beneran ya Mou pergi ke Belanda…hehehe, kan ada alat buktinya
Saya baru tau kalo ada perayaan jenis itu disana, ngerayainnya heboh pula, semua serba oranye…eh, kenapa sih kaos oranye Mou disembunyii dibalik jaket?
Terlalu bagus buat dilihat ya…hehehe
Duhh..jadi selama ini mba gak percayah yah??hehehe…
soal kaos orange yg disembunyikan, soalnya sy gak pede dg warna kulit saya kalo pake kaos orange, tabrakan warnanya…hehehe
kelamaan nungguin foto lo nongol
gw laper iniii
Yuuk makan yuukk….hehehe…pakabar sis??